Pengen Nulis Lagi
Posted in Tak Berkategori on 28 Nopember 2011 by hellmiPengen jemari tangan saya menari diatas kibord lagi…menuangkan isi otak yang gak bisa dikeluarkan…hmm.
Nunggu waktu yang tepat untuk kembali lagi
Pengen jemari tangan saya menari diatas kibord lagi…menuangkan isi otak yang gak bisa dikeluarkan…hmm.
Nunggu waktu yang tepat untuk kembali lagi
Kopi sebagai life style? Saya sendiri masih bingung apakah sekarang ngopi atau acara minum kopi di warung, coffee house atau di cafe – cafe sudah menjadi gaya hidup di masyarakat kita, secara banyak orang atau masyarakat sering mengadakan pertemuan atau hanya sekedar nongkrong di warung kopi atau cafe yang menyediakan menu kopi disana mereka banyak memperbincangkan banyak hal mulai hal-hal yang sepele bahkan sampai deal-deal tingkat tinggi, tak jarang juga keputusan-keputusan penting yang menyangkut kepentingan banyak orang banyak terjadi di warung kopi.
Istri saya sempat ngomel kalo saya berpamitan pergi untuk ngopi, kata-kata yang diucapkan selalu sama ”apa sih yang diomongin waktu ngopi, sampai lama banget nongkrongnya”. Saya sendiri selalu membalasi dengan tertawa saja para perempuan mungkin belum begitu paham, banyak hal yang bisa saja terjadi begitu kita duduk di warung kopi. Kita bertujuan pergi ke warung kopi mungkin hanya untuk minum kopi saja, begitu bertemu dengan teman atau orang lain disana akan timbul perbincangan-perbincangan yang bahkan kita sendiri tidak mampu menduganya, sering kali saya mendapat ilmu baru tentang berbagai hal di warung kopi, peluang-peluang bisnis kecil-kecilan juga sering saya dapatkan di warung kopi, atau bahkan teman baru hmm….. Secara tidak sadar saya berpikir begitu besar kehidupan sosial yang terjadi di warung kopi, berapa banyak peluang yang kita dapatkan hanya dengan nongkrong di warung kopi. Memamg sih peluang-peluang tersebut tidak muncul setiap hari ada moment-moment yang tidak terduga yang akan muncul begitu saja, besarnya peluang yang muncul mungkin bisa dilihat dari dimana tempat kita minum kopi, di warung kopi yang menjual segelas kopinya seharga 1500 sampai 2000 rupiah tentu akan beda peluang yang akan kita dapatkan bila kita ngopi di tempat yang menyediakan segelas kopinya dengan harga 15.000 sampai 30.000 rupiah, tapi belum tentu juga sih tempat ngopi mempengaruhi besar kecilnya peluang yang didapat. Tapi selain peluang yang bisa didapat ato gak, tempat ngopi kadang-kadang juga bisa menjadi tempat rekreasi ato refreshing yang terjangkau dan murah, kadang setelah masuk di warung kopi dan bertemu banyak teman dan kita ngobrolin apa aja semua persoalan yang kita hadapi sehari-hari, semuanya seolah berlalu begitu saja menguap bersama dengan obrolan yang kita omongkan dengan teman dan kadang juga kita ngobrolin masalah itu sendiri untuk dipecahin bersama-sama. Begitu hebatnya pengaruh sosial dari warung kopi tersebut, mungkin banyak orang membuka warung kopi, coffee house atau cafe sekarang tidak menjual kopi itu sendiri tapi gaya hidupnya, asal kopi yang disajikan enak, tempat yang nyaman atau bahkan penambahan fasilitas yang bisa bikin kita nongrong tambah lama di tempat-tempat tersebut.
Jadi tertarik juga bikin warung kopi hahahahaha.
Sebuah jargon dari merk minuman ringan yang mengklaim produknya memiliki rasa yang sama walaupun tidak memakai gula, mereka para produsen itu menganggap bahwa segalanya mungkin bisa saja terjadi. Tapi disini saya tidak akan membahas keunggulan dan kekurangan minuman ringat tersebut.
Anything possible atau segalanya bisa saja terjadi. Ungkapan ini mulai sering menghuni isi kepala saya ketika membaca atau melihat berita-berita baik di koran maupun televesi, isi-isi berita tersebut bermacam-macam mulai para anggota dewan yang mulai resah karena tindakannya kini sudah mulai terendus dan mungkin akan terbongkar semua oleh KPK, para artis yang mulai ikut Pilkada baik itu di tingkat provinsi atau daerah, berita mulai langkanya minyak dan bbm dan masih banyak yang lainnya.
Saya jadi teringat apa yang pernah dikatakan oleh teman saya, dia beranggapan bahwa Indonesia adalah negara yang membingungkan. Saya sempat bingung juga apa yang teman saya maksud, menurut dia Indonesia memang negara yang membingungkan, bingung dalam membuat peraturan, bingung dalam mengambil keputusan, dan masih banyak kebingungan yang dialami para pejabat dan pemimpin yang mengawal negeri ini. Setelah saya telaah lagi memang ada benarnya juga ungkapan yang dilontarkan oleh teman saya, di sini ada pertanyaan untuk diri saya sendiri, kenapa kalu saya membenarkan ungkapan teman saya dan teman saya melontarkan ungkapan itu masih bertahan hidup dan mencari nafkah di Indonesia ? Saya sendiri masih bingung kenapa semuanya itu bisa terjadi, jawabannya sekali lagi anything possible. Segalanya bisa saja terjadi di negara yang mempunyai peraturan dan kebijakan yang membingungkan tergantung dari individu masing-masing bagaimana menyikapi peraturan dan kebijakan yang kadang-kadang aneh dan membingungkan.
Sebut saja yang masih hangat dalam otak kita pemerintah mengeluarkan UU-ITE. Undang-undang yang mengatur tentang teknologi informatika dan elektronik, disana uu tersebut salah satunya melarang atau memblocking situs atau web yang bermaterikan pornografi, begitu peraturan tersebut diberlakukan banyak forum atau komunitas di dunia maya menghapus semua materi pornografi di dalamnya selain situs-situs porno yang sudah di block oleh masing-masing provider. Bisa ditebak tidak lama setelah diberlakukan banyak protes-protes bermunculan, tetapi protes-protes tersebut akhirnya reda dengan sendirinya karena blocking yang dilakukan provider tidak sepenuhnya berjalan, sekali lagi anything possible. Terus tak lama kemudian pemerintah –lagi DEPKOMINFO mengelurkan kebijakan yang sangat aneh mnurut saya yaitu memblokir semua web atau situs yang memuat film FITNA sebauah film yang menghujat umat islam, ini yang membingungkan bagi saya. Jelas-jelas film itu merupakan propaganda untuk umat muslim tetapi kenapa orang dengan itelektual yang tinggi bisa-bisanya termakan propaganda murahan yang dilancarkan oleh politikus dari belanda tersebut. Dan lagi-lagi kebijakan tersebut dicabut karana benayaknya protes yang dilakukan oleh masyarakat, anything possible.
Anything possible, tergantung kita para individu menyikapai suatu masalah atau kebijakan baik itu di tempat kerja, kehidupan sehari-hari, ditempat kerja atau di negara kita sendiri. Bagaimana kita bisa membuat diri kita nyaman atau mungkin bisa mengambil keuntungan dari apa yang kita alami.
Saya jadi teringat lagi apa yang pernah dikatakan oleh salah satu petinju legendaris dunia Muhammad Ali “Impossible Is Nothing”
Welcome to Blogdetik.com. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!